![]() |
| Foto:ilustrasi |
KLIK SULAWESI — Sejumlah masyarakat yang menjadi bagian dari kelompok penerima manfaat di wilayah Kota Palu menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi anak-anak sekaligus membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi sehari-hari, Kamis (30/7/2026).
Menurut sejumlah warga, keberadaan program MBG cukup dirasakan manfaatnya, terutama oleh keluarga yang memiliki anak usia sekolah. Selain membantu memastikan anak memperoleh makanan selama berada di sekolah, program tersebut dinilai dapat mengurangi sebagian pengeluaran keluarga untuk kebutuhan makan harian.
“Program seperti ini sangat membantu, terutama bagi orang tua yang memiliki anak sekolah. Harapannya tetap dilanjutkan dan kalau masih ada kekurangan, tentu bisa diperbaiki bersama,” ungkap salah seorang warga di Kota Palu.
Warga lainnya menilai tujuan utama MBG dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak perlu mendapatkan dukungan masyarakat. Menurutnya, program yang menyentuh langsung kebutuhan anak-anak sebaiknya terus berjalan dengan tetap memperhatikan kualitas makanan, kebersihan, keamanan pangan, variasi menu, dan ketepatan pendistribusian.
“Yang terpenting makanannya baik, bersih, bergizi dan sesuai kebutuhan anak. Kalau ada menu atau pelayanan yang masih kurang, sebaiknya dievaluasi dan diperbaiki, bukan kemudian programnya dihentikan,” ujarnya.
Selain manfaat bagi anak, sebagian masyarakat menilai MBG turut memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi keluarga. Pengeluaran untuk bekal atau makan anak selama mengikuti kegiatan sekolah dapat berkurang sehingga anggaran rumah tangga dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga lainnya.
Masyarakat juga berharap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pihak sekolah, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus meningkatkan pengawasan serta melakukan evaluasi secara berkala. Hal tersebut dinilai penting agar kualitas pelayanan semakin baik dan berbagai keluhan dari penerima manfaat dapat segera ditindaklanjuti.
Di sisi lain, orang tua dan masyarakat diharapkan ikut berperan dengan memberikan masukan apabila menemukan kekurangan dalam pelaksanaan program. Partisipasi masyarakat dinilai penting agar MBG dapat berjalan secara berkelanjutan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.
Secara umum, masyarakat berharap berbagai kendala yang masih muncul dalam pelaksanaan MBG dapat dijadikan bahan evaluasi untuk penyempurnaan program. Keberadaan MBG dinilai memiliki tujuan positif dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus membantu keluarga, sehingga keberlanjutannya perlu diiringi dengan perbaikan tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan.
Dengan dukungan masyarakat serta evaluasi yang berkelanjutan dari pemerintah dan seluruh pihak terkait, Program Makan Bergizi Gratis di Kota Palu diharapkan semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anak-anak serta keluarga penerima manfaat.



